"braaakkk.."
keras, tapi tak satu pun patung hidup mendengarnya. Tangannya memukul meja tepat di depan secangkir kopi semendo. Biasa terjadi jika mereka berbeda tempat.
"sekarang apa..!! Masih tetap diam..!! Kau memang 'sakit'!"
"boleh saya selesaikan bebrapa lembar lagi tumpukan kertas ini..??"
dia tarik tangannya, mulai menyandarkan badan di setengah lingkar tempat duduk.
sedkit lebih tenang, hampir semua berubah kecuali mata yang hanya dia lihat saat menbalik lembaran kertas ke halaman berikutnya.
Terlihat jelas berjalan tepat di depan, kelang 1 meja dari meja yang hampir satu jam dia duduki. Emma, wanita yang menbuat lupa apa yang sekrang dia lakukan, lupa dengan tumpukan keras yg dia pegang, lupa dengan segelas air yang wanita itu antar satu jam yg lalu, terlebih lagi dengan siapa yang duduk dihadapannya sekarang. tak lama, hanya kurang dari 3 menit.
"Sampai kapan!!! Sampai patung2 itu tertawa? Sampai detik bosan mengubah menit dan seterusnya. Sampai....."
kata2nya putus. di buka matanya yang tadi takut untuk dilihat, mulai meradang
"boleh - saya - selesaikan - bebrapa lembar tumpukan kertas ini??" (terbata)
"Fuck u!! Kau memang sakit!!" mata mereka tetap sama, saling mempertahankan celoteh yang mulai berwarna merah.
Perlahan menutup tumpukan kertas
"apa ini tidak benar??" "kau bukan tidak benar. Tapi kau SALAH!! Kau SAKIT"
rokok yang akhirnya dibakar dan mulai menikmati secangkir cairan berwarna hitam pekat. menari senang ketika mereka masih dianggap ada.
"kita sama.." suaranya jauh lebih halus dari beberapa menit seblumnya.
"kita sama2 sakit!! Salah kalau saya menikmatinya?? Kau ada hanya satu milimeter dibelakang ku dan tak akan pernah lebih 0,0001 milimeter pun didepan..!! Aku ingin menikmatinya, aku hidup. sakit sekalipun!!! Akan lebih baik kalau sekarang kita diam dan sm2 mnikmatiny.."
mereka diam, sama seperti patung2 yang sekarang sudah mulai berdiri untuk berjalan.
"bebrapa menit yang lewat hanya omong kosong, saya yakin kau tak mempunyai harga untuk it!!! kau tetap saya" merah mulai berkontraksi dengan berjuta warna. terang, mulai kembali berpola. sederhana.
"rokok kita habis, kita harus keluar sekarang. aku juga yakin kau tak mau berlama2 disini.."
Emma, 11 January 2010
20:10 ·
Tidak ada komentar:
Posting Komentar